Selamat Datang di
KELOMPOK TANI MEKAR HARAPAN

Anggota Gratis
KELOMPOK TANI MEKAR HARAPAN
KELOMPOK TANI MEKAR HARAPAN
Indonesia
Info Perusahaan
Kontak Perusahaan
Nama:Tn. Didin Muhidin [Direktur/CEO/Manajer Umum]
E-mail:Kirim Pesan
Situs Web:
Nomor Ponsel:Nomor ponsel Tn. Didin Muhidin di Bandung
Nomor Telpon:Nomor telpon Tn. Didin Muhidin di Bandung
Alamat:jalan cilengkrang 1 kp.garung RT.03/09 (belakang SDN Mekarlaksana) Desa/Kec.Cilengkrang
Bandung 40615, Jawa Barat
Indonesia
Sabun Susu Kambing sangat bermanfaat untuk perawatan kulit
Rata-rata Tinjauan PemakaiTidak ada ulasan untuk perusahaan ini - Menulis tinjauan
Tanggal Bergabung:23 Aug. 2013
Terakhir Diperbarui:23 Aug. 2013
Sifat Dasar Usaha:Pabrikan, Dagang, Jasa, Organisasi dari kategori Agraris

Penjelasan Ringkas

DOKUMEN PROFIL
KELOMPOK TANI MEKAR HARAPAN

1. IDENTITITAS KELOMPOK TANI/ TERNAK

a. Nama kelompok : Mekar Harapan
b. Kelas kelompok : Kelas Lanjut
c. Jumlah anggota : 57 ( lima puluh tujuh) orang anggota
d. Alamat kelompok : Jl.Cilengkrang 1 Kp.Garung RT.03 RW.09
Desa Cilengkrang Kec.Cilengkrang Kab.Bandung
Provinsi Jawa Barat 40615 Telp.022-61496785
e. Tanggal pembentukan : 06 Juli 2008
f. Identitas ketua kelompok
- Nama : Didin Muhidin
- Alamat : Jl.Cilengkrang 1 Kp.Garung RT.03 RW.09
Desa Cilengkrang Kec.Cilengkrang Kab.Bandung
Propinsi Jawa Barat Telp/ hp. 081224595113
- No. telepon / hp : 081224595113
- Pendidikan terakhir : SLTA
g. Usaha pokok kelompok : Budidaya kambing perah
h. Usaha lain kelompok : Budidaya tanaman hutan dan kopi
i. Jumlah populasi ternak : 185 ekor
j. Penghargaan yang pernah diperoleh:
- Piagam Pengakuan Kelompok Kelas Pemula dari Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang
- Piagam Pengakuan Kelompok Kelas Lanjut dari Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung
- Kelompok Berprestasi Tingkat UPT-PPP Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung
- Juara 2 Lomba Kelompok Tingkat Kab. Bandung
- Juara 1 Lomba Kelompok Tingkat Propinsi Jawa Barat

2. MITRA KERJA KELOMPOK

a. Dengan Koperasi/ KUD
1) Nama Koperasi/ KUD : Mekar Harapan
2) Alamat : Jl.Cilengkrang 1 Kp.Garung RT.03 RW.09
Desa Cilengkrang Kec.Cilengkrang Bandung

3) Aspek Legal
• Nama Notaris : VENNY PRATIWI DEWI, SH., M.Kn.
• Akta Notaris, No. : 04 ( empat)
• Tanggal : 20-08-2009
• SITU/ Ho No. : 530.8/ 04/ Kec/ 2009
• SIUP Nomor : 01049/ 10-12/ PK/ VIII/ 2011
• TDP Nomor : 102424601380
4) Bentuk Kerjasama : Pemasaran produk

b. Dengan Perbankan
1) Nama Bank : Bank Jabar Banten
2) Alamat : KCP Ujung Berung
3) Bentuk Kerjasama : Fasilitasi program bantuan pemerintah

c. Dengan Kelompok Lainnya
1) Nama Kelompok : Kelompok Tani Ternak Al-Isti’ anah Indonesia
2) Alamat : Jl.Cilengkrang 2 Kp.Garung RT.05 RW.04 Kel.Palasari Kec.Cibiru Kota Bandung Provinsi Jawa Barat
3) Aspek Legal
• Nama Notaris : SRIYANTI, SH., M.Kn.
• Akta Notaris, No. : 03 ( tiga)
• Tanggal : 12-10-2011
4) Bentuk Kerjasama : Suplay susu kambing segar

d. Dengan Yayasan

1) Nama Yayasan : Al-Isti’ anah Indonesia
2) Alamat : Jl.Cilengkrang 2 Kp.Garung RT.05 RW.04 Kel.Palasari
Kec.Cibiru Kota Bandung Provinsi Jawa Barat
3) Aspek Legal
• Nama Notaris : SRIYANTI, SH., M.Kn.
• Akta Notaris, No. : 02 ( dua)
• Tanggal : 12-10-2011
4) Bentuk Kerjasama : Suplay susu kambing segar

e. Dengan Pondok Pesantren

1) Nama Ponpes : Ponpes Al-Isti' anah
2) Alamat : Cibiru Bandung
3) Bentuk Kerjasama : Suplaying Susu Kambing Segar

f. Dengan Swasta

1) Nama : CV. LACTATRIDIA
Alamat : Jl.Raya Gambung Km.15 Kp.Barusen Ds.Cisondari
Kec.Pasirjambu Kab.Bandung Provinsi Jawa Barat
Bentuk Kerjasama : Suplay susu kambing segar

2) Nama : Layanan Antar Ke Rumah “ ALPHABET”
Alamat : Jl.Conblok, Holis - Bandung
Bentuk Kerjasama : Pemasaran susu kambing segar dan sabun susu kambing

3) Nama : PT.TIKI
Alamat : Jl.Permata Kawaluyaan - Bandung
Bentuk Kerjasama : Jasa Pengiriman Produk - Antar Propinsi

g. Dengan Suplayer

1) Nama Suplayer : Yana
Alamat : Jl.Raya Cileunyi – Bandung
Bentuk Kerjasama : Suplay bahan pakan ternak

2) Nama Suplayer : Yayat
Alamat : Cilengkrang - Bandung
Bentuk Kerjasama : Suplay bahan pakan ternak

3) Nama Suplayer : Maftuhin
Alamat : Langensari – Banjarsari
Bentuk Kerjasama : Suplay bibit ternak kambing perah

3. GAMBARAN USAHA KELOMPOK

A. ASPEK USAHA AGRIBISNIS KELOMPOK

1) Lokasi Usaha

a. Luas Lahan

Luas lahan usaha yang dijalankan oleh anggota dan dibina oleh Kelompok adalah sebagai berikut:
- peternakan kambing perah seluas 5 ha
- hijauan makan ternak ( HMT) 10 ha
- hutan rakyat dan MPTS ( tumpangsari) 15 ha

b. Lokasi Usaha

Lokasi Usaha Kelompok Tani Mekar Harapan berada di Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.

Lokasi usaha ternak kambing perah pada daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang-kandang terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian.

Lokasi lahan/ usaha tersaji dalam gambar berikut :

( Lahan usaha ternak/ pengembangan kambing perah)

( Lahan Hutan Rakyat, MPTS, dan HMT)

2) Perbibitan

a. Cara Memperoleh Bibit

Perbibitan yang dilaksanakan adalah perbibitan ternak kambing perah melalui pemuliaan ternak ( improvisasi genetika) beberapa jenis kambing perah:
• Perbibitan Kambing Peranakan Etawa ( PE)
• Perbibitan Kambing Saanen Cross PE ( SAPE)
• Perbibitan Kambing Saanen Cross PE/ Jawarandu ( SAAPERA)

Improvisasi Genetika ini dilaksanakan dalam upaya :
- Untuk menghasilkan bibit-bibit kambing perah jenis varian baru yang lebih adaptif terhadap iklim Indonesia sehingga dapat menekan seminimal mungkin angka mortalitasnya, dan tingkat pertambahan populasinya akan semakin meningkat.
- Meningkatkan produktifitas susu, yang mana jenis PE dan Jawarandu hanya dapat menghasilkan produksi susu antara 0, 5 – 1, 5 liter/ ekor/ hari/ induk laktasi, sedangkan jenis SAAPERA ( Saanen Cross PE/ Jawarandu) dapat menghasilkan produksi susu antara 1 – 3, 5 liter/ ekor/ hari/ induk laktasi.

b. Jumlah Pejantan dan Induk Kambing Perah

• Jumlah Pejantan
- Jenis SAANEN : 1 ekor
- Jenis PE : 10 ekor
Jumlah pejantan : 11 ekor

• Jumlah Induk
- Jenis SAAPERA : 8 ekor
- Jenis PE/ Jawarandu : 107 ekor
Jumlah induk : 115 ekor

c. Cara Persilangan untuk Menghasilkan Bibit Unggul

Untuk meminimalisir biaya investasi ternak kambing perah, kelompok memberikan keleluasaan kepada para peternak dalam pembelian/ pengadaan bibit betina kambing perah, boleh jenis PE ataupun Jawarandu, karena dari kedua jenis tersebut mempunyai karakter, historis dan produksi yang hampir sama. Walaupun banyak mempunyai nilai kesamaan namun antara PE dan Jawarandu perbedaan harganya cukup besar, kalau Bibit Kambing PE berkisar Rp.2.500.000, - tetapi kalau Jawarandu Rp.1.250.000, -

Jenis kambing perah PE dan Jawarandu hanya dapat menghasilkan produksi susu sebanyak 0, 5 – 1, 5 liter/ ekor/ hari/ induk laktasi.

Inisiatif kelompok dalam upaya efisiensi ternak kambing perah adalah dengan program pemuliaan ternak ( improvisasi genetika) dengan cara mengawin silangkan antara Bibit Betina Kambing Perah PE/ Jawarandu dengan Pejantan SAANEN sehingga menghasilkan keturunan jenis varian baru yang dinamai SAAPERA ( Saanen Cross Peranakan Etawa/ Jawarandu) . Pengawinan dengan jenis Pejantan SAANEN dilaksanakan secara kombinasi yaitu dengan pola manual ( kawin alam) dan kawin suntik Inseminasi Buatan ( IB) .

Berdasarkan hasil survey, produktivitas susu kambing SAAPERA ini dapat menghasilkan produksi susu sebanyak 1 – 3, 5 liter/ ekor/ hari/ induk laktasi. Dengan produksi SAAPERA yang dapat mencapai 2 kali lipat dari produksi PE/ Jawarandu maka jelas efisiensi ternak kambing perah dapat tercapai, dan pendapatan peternak dapat meningkat.

Proses persilangan kambing perah SAAPERA tersaji pada gambar berikut :

d. Cara Seleksi Bibit dan Pencatatan

1. Cara Seleksi Bibit

Seleksi bibit kambing perah yang dilaksanakan kelompok pada kandang koloni milik kelompok.
Standar yang ditetapkan oleh kelompok dalam seleksi bibit yang baik adalah sebagai berikut :

• Ukuran tubuh kambing
Tubuh kambing yang besar akan memiliki kemungkinan yang lebih besar dalam menghasilkan susu yang lebih banyak dibandingkan kambing yang berukuran lebih kecil. Bagi bibit kambing PE/ Jawarandu ada 2 Kelas :
- Kelas A : tinggi 70 cm dan bobot badan 30 kg
- Kelas B : tinggi 65 cm dan bobot badan 20 kg

• Bagian tubuh kambing
Bagian tubuh kambing jangan sampai ada cacatnya, matanya haruslah bersinar/ tidak sayu dan bulu mengkilat/ tidak kusam.

• Kepribadian atau Ekspresi
Pilihlah kambing yang jinak dan ramah, sehingga memudahkan untuk diperah. Juga pilih kambing yang gerakannya lincah dan aktif bergerak, menandakan bahwa kambing tersebut sehat

• Bagian Ambing dan Putting
Ambing yang baik adalah :
- Ambing yang kencang lulit luarnya, dan tidak jatuh atau lemas.
Ambing yang lemas akan menyulitkan ketika diperah dan biasanya mengganggu kambing ketika berjalan. Ambing yang lemas tersebut akan mudah terluka. Luka tersebut disebut mastitis, sering terjadi juga akibat disusu oleh cempe dan akibat dari gerakan si kambing sendiri. Semakin bertambah umur si kambing maka ambingnya juga akan semakin turun ke bawah. Dalam dunia peternakan criteria ambing disebut dengan Udder depth. Hal ini dapat dilihat dari jarak antar bagian bawah ambing dengan lutut kambing.

- Ambing yang berbentuk mendekati bulat
Produksi susu juga dipengaruhi oleh volume ambing. Volume ambing dapat dihitung dengan cara melihat perbandingan antara diameter horizontal dan vertikal, ambing yang berbentuk mendekati bulat adalah yang terbaik.

- Puting yang besar dan panjang
Kedua bagian dari ambing seperti yang tersebut diatas, yaitu penampung dan puting haruslah memiliki perbandingan besar yang sama. Pilihlah bagian puting yang besar dan panjang sehingga memudahkan anda dalam memerah. Makin tua umur kambing makin besar pula putingnya.

2. Pencatatan Ternak Kambing Perah

Pencatatan ternak kambing perah dituangkan dalam Kartu Rekording Kambing Perah, meliputi :
- Identitas kambing
- Silsilah keturunan
- Keterangan kepemilikan
- Catatan perkawinan, kebuntingan dan kesehatan
- Catatan kelahiran anak
- Catatan produksi susu

Pencatatan tersebut sangat penting dilakukan sebagai data informasi ternak yang ada di kelompok dan sebagai upaya untuk menghindari terjadinya inbreeding ( kawin sedarah) yang dapat merugikan para peternak.

Perkawinan sedarah atau in-breeding biasanya akan menyebabkan penurunan kualitas keturunan, diantaranya pertumbuhannya terhambat, bertubuh kuntet ( kerdil) , produktivitas sangat jelek, bahkan suka menyebabkan abortus atau keguguran.

e. Kemampuan Kelompok dalam Mensuplay Kebutuhan Bibit

Dalam mensuplay kebutuhan bibit kambing perah, kelompok selalu menyeimbangkan kuota populasi, artinya setiap bibit kambing perah yang keluar dari data populasi dipenuhi kembali dengan pengadaan bibit-bibit yang baru.

Dengan adanya penyeimbangan kuota populasi tersebut pada dasarnya kelompok bisa mensuplay kebutuhan bibit kambing perah untuk mencukupi permintaan para peternak baik yang ada di sekitar kelompok maupun antar kota dan propinsi.

Kemampuan kelompok dalam mensuplay kebutuhan bibit kambing perah dapat mencapai 200 ekor dengan pengakomodiran dari ketiga sentra tersebut diatas selama 30 hari.

f. Upaya yang Dilakukan pada Saat Terjadi Kekurangan Bibit

Pada saat permintaan/ kebutuhan bibit kambing perah meningkat dan terjadi kekurangan bibit, kelompok tetap dapat memenuhinya dengan menghadirkan bibit-bibit kambing perah berkualitas baik dari daerah yang memiliki sebaran populasi banyak, diantaranya dari Kaligesing, Yogyakarta, Tasikmalaya, dan Banjarsari, dengan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan ( SKKH) dari Dinas Peternakan setempat.

3) Bahan Baku dan Pakan

a. Cara Memperoleh Pakan Hijauan

Para peternak kambing perah anggota Kelompok Tani Mekar Harapan memiliki lahan cukup luas, baik lahan milik maupun lahan garapan carik Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang.

Lahan milik dan garapan carik ditanami dengan tanaman hutan rakyat seperti Gmelina Arborea, Albasia, Suren, Sopsi, Mindi, Jabon, yang ditumpang sarikan dengan tanaman kopi, pisang, rumput gajah, tanaman palawija dan tanaman palawija serta kacang-kacangan. Sehingga untuk mendapatkan pakan hijauan relative mudah karena ketersediaan pakan melimpah, baik rumput gajah, rumput setaria, kacang-kacangan, daun-daunan, dan limbah tanaman palawija.

Lahan hutan rakyat, MPTS, HMT, dan Palawija seluas 25 Ha menghasilkan sumber pakan hijauan yang sangat melimpah. Sehingga upaya pengembangan ternak kambing perah semakin menjanjikan karena terintegrasi dengan Sumber Daya Alam dan potensi yang ada di kelompok.

b. Penanaman Tanaman Pakan

Rumput gajah dijadikan sebagai pakan utama kambing perah ditanam oleh para peternak baik secara tunggal maupun pada teras-teras lahan. Selain bermanfaat untuk ketersediaan pakan kambing, rumput gajah yang ditanam pada teras-teras lahan juga berfungsi sebagai upaya konservas lahan ( terrasering) untuk mencegah terjadinya erosi/ pengikisan tanah. Penanaman rumput secara terrasering sudah membudaya dilakukan oleh para peternak.

Selain rumput gajah, tersedia juga pakan pada lahan hutan rakyat berupa legume, dedaunan, dan limbah tanaman pertanian seperti tebon jagung, kacang, dan lainnya.

c. Penyediaan Pakan Konsentrat

Pengeluaran biaya rutin bulanan yang terbesar pada usaha ternak kambing perah adalah biaya pakan bisa mencapai 70% . Pakan konsentrat memang sangat penting bagi ternak perah untuk menghasilkan produksi susu yang optimal, namun seiring dengan pluktuasi kenaikan harga pakan yang sering tidak terkontrol dan tidak sebanding dengan pendapatan ditambah lagi dengan stok ketersediaan bahan pakan yang sering kosong, maka kelompok memandang perlu melakukan upaya lain untuk menyusun ransum pakan tambahan pengganti konsentrat yang bahan-bahannya mudah didapat, harganya murah, dan ketersediaannya melimpah.

Bahan-bahan pakan tambahan pengganti konsentrat yang dipakai adalah dedak padi, ampas tahu, molasses, dan garam.

Bahan-bahan pakan tambahan pengganti konsentrat tersebut diformulasikan dengan difermentasi bersama pakan hijauan dengan proses silase. Proses silase dilakukan pada silo berupa tong plastic ( jemblung) dengan komposisi sebagai berikut :
- Cincangan pakan hijauan 70%
- Ampas tahu 20%
- Dedak 5%
- Larutan Probiotik 5%

Probiotik yang dipakai untuk memfermentasi merupakan probiotik local hasil racikan kelompok. Probiotik local ini dapat mempermentasi pakan hingga wangi seperti tape hanya dalam waktu satu malam sehingga dapat dijadikan rutinitas harian bagi peternak untuk mengaplikasikan proses silase dan memberikan pakan silase setiap harinya. Dan untuk menghindari tingkat kejenuhan ternak, pada malam harinya ternak diberikan pakan dedaunan segar.

d. Jenis dan Asal Bahan Pakan Tambahan Pengganti Konsentrat

Bahan-bahan pakan tambahan pengganti konsentrat terdiri dari dedak padi, ampas tahu, molasses, garam, probiotik local, dan air.

Dedak padi dan ampas tahu didapatkan dari tempat penggilingan padi dan pabrik tahu yang terdapat di sekitar kelompok, molasses ( tetes tebu) dari pabrik penggilingan gula/ tebu, garam dari pasar tradisional, sedangkan probiotik local dari kelompok sendiri yang merupakan racikan antara pre-biotik dengan lactobacillus.

e. Upaya Kelompok dalam Mengantisipasi Kenaikan Harga Pakan Konsentrat

Yang menjadi dasar pertimbangan kelompok menerapkan pemberian pakan tambahan sebagai pengganti pakan konsentrat adalah untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan-bahan pakan penyusun konsentrat. Sehingga dipilihlah pakan tambahan yang diformulasikan dengan pakan hijauan menjadi pakan silase.

Selain bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan-bahan pakan konsentrat, pakan silase juga bermanfaat untuk meningkatkan kadar gizi pakan, tingkat kecernaan ternak, dan palatabilitas ( tingkat kesukaan ternak) . Selain itu dapat mencegah terjadinya bloat dan diare pada musim penghujan, dan mengantisipasi kelangkaan hijauan pada musim kemarau panjang.

f. Penerapan Teknologi Pengolahan Pakan

Teknologi Tepat Guna yang diterapkan kelompok dalam pengolahan pakan ternak kambing perah disesuaikan dengan kondisi sumberdaya alam dan karakter social dengan tidak mengenyampingkan tingkat kebutuhan nutrisi ternak.

Teknologi pengolahan pakan yang saat ini dipilih dan diaplikasikan oleh para peternak kambing perah adalah Proses Hay dan Silase.

4) Obat dan Vaksin

Untuk menjaga kesehatan ternak, kelompok lebih mengarahkan kepada para peternak untuk menggunakan obat-obatan tradisional sebagai tindakan pencegahan dan pengobatan awal, diantaranya :
- Antisipasi cacingan, diberikan jambe muda setiap 3 bulan sekali
- Perasan air tembakau untuk scabies
- Perasan air jeruk nipis untuk sakit mata
- Per oral telur ayam kampung untuk menjaga stamina
- Per oral telur ayam kampung dan susu kambing untuk kembung
- Per oral perasan air kunyit untuk diare
- Per oral minyak kelapa untuk keracunan pakan
- Perasan air bawang putih dan garam untuk bengkak-bengkak pada ambing dan puting susu
- dll

Adapun obat-obatan komersial yang disediakan kelompok untuk pelayanan kesehatan ternak diantaranya :
- Vaksin dan obat cacing diberikan Peroral setiap 3 bulan sekali, dengan dosis 30 ml/ 50 kg berat badan.
- Dan untuk penanganan pengobatan ternak yang sakit oleh bagian Keswan selalu tersedia obat-obatan ternak, seperti : infamec, wormectin, tympanol, polixan, sulfatrime, b-1, b-12, b-complex, vita-plex, multivit, biotonic, bio-atp, biosalamin, antihistamin, ovalumon, calbazen, albenmer plus, collibact bolus, calcivet, penstrep, limoxyn, oxyterra, oxypil spray, desinfektan, destan, dll.

5) On Farm / Budidaya

a. Perkandangan dan Peralatan

• Sistem Pemeliharaan yang Dilakukan

Aspek budidaya memegang peranan penting dalam usaha ternak kambing perah secara keseluruhan. Hal tersebut dikarenakan pengembangan usaha lainnya tergantung pada output yang dihasilkan dan input yang diperlukan oleh aspek budidaya. Dalam aspek budidaya, output yang dihasilkan terdiri dari tiga jenis yaitu:
1) susu sebagai output utama,
2) cempe, dan
3) limbah.

Output berupa susu dan limbah selanjutnya menjadi input untuk pengembangan usaha pengolahan susu dan pengolahan limbah.

Pengembangan usaha budidaya kambing perah disesuaikan dengan ketersediaan lahan di daerah Cilengkrang.

Dalam menghasilkan susu sebagai produk utama, kambing perah juga menghasilkan cempe ( anak kambing) sebanyak jumlah laktasi yang dilakukan.
Dalam model ini cempe diusahakan dimana terdiri dua tahap yaitu :

1. Breeding ( umur 0-4 bulan)
2. Rearing ( umur 5-12 bulan)

Secara sederhana proses yang terjadi dalam aspek budidaya kambing perah disajikan pada Gambar berikut:

Cempe betina yang telah diusahakan menjadi bibit, akan digulirkan kepada peternak plasma dengan pola kredit tanpa bunga yang dicicil dengan pemotongan atas pembayaran susu jika sudah diperah ( berproduksi) yang diserahkan kepada kelompok. Selain itu, dilakukan pencatatan atas kelahiran dan pembesaran cempe ( betina atau jantan) yang dilakukan peternak plasma. Upaya tersebut dilakukan untuk memantau perguliran dan efek pengganda serta menjaga kualitas dari bibit kambing perah dan kambing potong yang dihasilkan peternak plasma.

Sedangkan cempe jantan disalurkan ke peternakan kambing potong di wilayah lain untuk penggemukan. Hasil penggemukan tersebut lalu dijual ke pasar melalui Meat Business Center ( MBC) yang terletak di Baleendah Kab.Bandung – Jawa Barat.

Adapun sistem pemeliharaan kambing perah harian yang diaplikasikan oleh para peternak, tersusun dalam Standar Operasional Prosedur sebagai berikut :

06.00
Membersihkan kandang dari kotoran
Tujuannya adalah agar kambing tidak mudah terserang

penyakit yang disebabkan bakteri-bakteri pathogen yang terkandung dalam kotoran.

07.00
Pemberian pakan hijauan ( rumput dan daun-daunan)

Berikan pakan hijauan yang telah dilayukan dengan takaran :
2, 5 Kg/ ekor kambing dewasa

08.00
Persiapan nyabit :
Ngasah arit, dll.

09.00
Nyabit pakan hijauan ( rumput dan daun-daunan)
Upayakan nyabit rumput jam 9 pagi keatas, agar rumput sudah tersinari matahari sehingga

terbebas dari bibit-bibit penyakit ( seperti jamur, cacing, dll)

11.00
Jemurlah hijauan ( rumput dan daun-daunan) hingga layu. Proses penjemuran/ pelayuan
hijauan ini disebut dengan istilah PROSES HAY.
Tujuan penjemuran/ pelayuan hijauan ( HAY) adalah :

1. Untuk membunuh bakteri-bakteri fathogen
dan kadar racun yang terkandung dalam hijauan

2. Untuk meningkatkan
kadar protein yang terkandung dalam hijauan, sehingga ternak kambing akan

terhindar dari kekurangan gizi/ protein.

12.00
Pemberian air minum ( air garam)

* ) Kalau ada boleh diberikan pakan konsentrat atau ampas tahu sebanyak ½ kg per ekor kambing.
Berikan air minum dicampur dengan garam dengan takaran :

1 liter air + ½ sendok garam/ ekor kambing dewasa.

Tujuan pemberian air garam ini adalah agar ternak terhindar dari devisiensi mineral/ kalsium
karena jika ternak mengalami devisiensi
mineral/ kalsium biasanya akan mengalami kelumpuhan.

Pemberian pakan hijauan ( rumput dan daun-daunan)
Berikan pakan hijauan yang telah dilayukan dengan takaran pemberian sebanyak 2, 5 Kg/ ekor kambing dewasa

13.00
Membersihkan kandang dari kotoran
Tujuannya adalah agar kambing tidak mudah terserang penyakit yang disebabkan bakteri-bakteri pathogen yang terkandung dalam kotoran.

Perawatan kambing
1. Memandikan kambing yang sudah kumel/ bau

2. Memotong kuku-kuku kambing yang sudah terlalu panjang

3. Mencukur bulu-bulu kambing disekitar paha jika sudah terlalu panjang

4. Mengobati kambing-kambing yang sakit

5. Mendeteksi kambing berahi untuk dikawinkan pada sore hari.

17.00
Pemberian pakan hijauan ( rumput dan daun-daunan)
Berikan pakan hijauan yang telah dilayukan dengan takaran :
2, 5 Kg/ ekor kambing dewasa

Malam
Menjaga kambing ( RONDA MALAM) diantara anggota keluarga secara bergiliran
Tujuan RONDA MALAM bergiliran ini sebagai upaya untuk mencegah dari masalah-masalah yang tidak diinginkan, seperti :
pencurian ternak, ternak
sakit, kematian ternak, dll.

Keterangan :
- Bagi peternak yg melaksanakan program teknologi pakan silase, proses permentasi silase dilaksanakan pada siang/ sore hari, dan dapat diberikan pada keesokan harinya, dan demikian seterusnya.
- Jika pakan silase dibuat dalam jumlah banyak, bisa disimpan/ diawetkan sebagai stok dapat mencapai 6 bulan.

• Bangunan yang Dimiliki dalam Mendukung Usaha Ternak

Bangunan yang dimiliki dalam mendukung usaha ternak kambing perah diantaranya :

- Kandang-kandang kambing perah milik para peternak, dengan tingkat tradisional, semi permanen, dan permanen, sesuai dengan kemampuan masing-masing peternak
- Kandang koloni untuk seleksi bibit kambing perah
- Kantor sekretariat kelompok tani
- Ruang handling & packaging SUSU KAMBING SEGAR
- Ruang produksi SABUN SUSU KAMBING
- Ruang produksi MIKROBA PROBIOTIK LOKAL
- Ruang produksi NUTRISI TANAMAN RACIK TANI
- Ruang produksi NUTRISI TERNAK BIOTOPFEED

• Jarak Rata-rata Kandang dengan Rumah

- Membangun kandang kambing memang sebaiknya tidak terlalu dekat dengan pemukiman namun juga tidak terlalu riskan jika harus dekat dengan rumah karena jika kita rajin membersihkan dan dengan sanitasi kandang yang baik tidak menimbulkan bau yang menganggu, para peternak di lingkungan kelompok membangun kandang dengan jarak 10 meter dari rumah, dengan tujuan untuk mempermudah perawatan dan penjagaan ternak.

- Untuk skala pemeliharaan dalam jumlah kecil di bawah sepuluh ekor tentu sangat sederhana dan murah karena pada prinsipnya 1 ekor kambing membutuhkan luas 1, 5 m untuk ruang geraknya

- Membangun kandang memang harus di batasi, tentu agar membatasi ruang gerak yang berlebihan karena jika berlebihan gerak kambing jenis ini akan lama perkembangannya.

- Membuat kandang kambing perah memang harus di sekat antara kambing satu dengan yang lainnya, dan jika dikelompokan selayaknya tidak lebih dari 2 ekor yang tidak seinduk. dan kambing perah ini memang harus di pisah dari pejantan

- Membuat kandang kambing perah haruslah memiliki tempat yang tidak terlalu banyak angin karena kambing jenis ini mudah kembung atau memiliki kelemahan tidak tahan terhadap tiupan angin yang terlalu kencang namun harus memiliki fentilasi yang cukup juga.

- Kandang kambing perah dengan memperhatikan hal hal tersebut Insya Allah menepis anggapan kalo beternak kambing perah itu susah, bahkan tidak sedikit orang mengira bahwa kambing jenis ini susah dipelihara di daerah datar ( atau non pegunungan) sebenarnya hanya karena tidak memahami kemauan dan kebiasaan kambing saja, jika kita memahami dan mempelajari dengan seksama tentu akan mendapatkan solusi dalam beternak kambing ini.

• Jenis dan Jumlah Peralatan yang Dimilki dan Dikelola

Jenis dan jumlah peralatan yang dimiliki dan dikelola saat ini dalam menunjang usaha ternak kambing perah, diantaranya sebegai berikut :

Freezer box kafasitas 200 liter 2 unit
Computer P.4 1 unit
Computer axio 1 unit
Printer Epson TX-111 1 unit
Net book 1 unit
Modem 1 unit
Mixer saponifikasi 1 unit
Silo ( tong jemblung) 10 unit
Rak hay 3 unit
Pipa cetakan sabun 12 unit
Rak sabun 1 unit
Pabrikasi tradisional ( tong jemblung probitoik) 1 unit
Pabrikasi tradisional ( tong jemblung nutrisi tanaman) 1 unit
Pabrikasi tradisional ( tong jemblung nutrisi ternak) 1 unit
Troli roda sorong 1 unit
Mesin jahit karung 1 unit
Mesin chopper pupuk 1 unit
Cooler susu ukuran mini 1 unit
Screen sablon 4 set
Thermometer 1 batang
Terpal plastic 1 lembar
Timbangan duduk digital 1 unit
Milkcan 3 unit
Sealer plastic 2 unit
Cooler box 1 unit
Gelas ukur 10 unit
Tabung gas 1 unit
Kompor gas 1 set
Panci alumunium 1 unit
Masker respirator 2 buah
Rak arsip 1 set
Meja kerja 3 set
Telpon flexi 1 unit

b. Populasi Kambing Perah 3 Tahun Terakhir

2011 132
2012 152
2013 185

Keterangan :
- Anggota peternak yang aktif dalam program usaha budidaya kambing perah sebanyak 16 orang anggota ( data anggota dan populasi, terlampir)
- Anggota lainnya tersebar dalam komoditi usaha tani lahan kering dan tanaman kehutanan ( hutan rakyat) dan MPTS.

c. Pencegahan Penyakit

• Upaya yang Dilakukan dalam Pencegahan Penyakit
- Menjaga kebersihan kandang untuk mencegah penyakit scabies, pneumonia, dan lainnya
- Kandang tidak terlalu terbuka tetapi mempunyai pentilasi yang cukup untuk mencegah kambing dari penyakit bloat, pneumonia, dan lainnya
- Pemberian pakan yang cukup untuk kebutuhan hidup dan sehat ternak
- Upayakan mengambil/ nyabit pakan hijauan dari kebun setelah hijauan terbebas dari air hujan/ embun untuk mencegah diare, bloat, dan cacingan
- Pakan hijauan sebaiknya dijemur/ dilayukan ( proses hay) terlebih dahulu sebelum diberikan pada ternak untuk mencegah diare, bloat dan cacingan
- Tanggap terhadap penyebab dan gejala penyakit sehingga dapat ditanggulangi sedini mungkin dengan harapan produksi yang dihasilkan pun seoptimal mungkin
- Kambing dewasa dimandikan 2 minggu sekali pada saat cuaca sedang bagus untuk mencegah penyebaran kutu, scabies, dan lainnya
- Kambing diberikan vaksin/ per oral obat cacing setiap 3 bulan sekali pada saat kambing tidak sedang bunting.
- Perawatan/ pemotongan kuku dan bulu kambing yang terlalu panjang dari ukuran normal.

• Frekuensi Vaksinasi, Pembersihan Kandang, dan Desinfeksi

Vaksinasi dilakukan setiap 3 bulan sekali, sedangkan pembersihan kandang dijadikan rutinitas harian setiap pagi dan sore hari. Untuk menyucihamakan bakteri-bakteri yang ada di sekitar kandang baik lantai, kolong maupun tempat makan dan minum dilaksanakan bersamaan dengan pembersihan kandang.
• Tindakan Biosecuriti yang Dilakukan untuk Pencegahan Penyakit

Program biosecurity yaitu upaya untuk menjadikan suatu kawasan peternakan terbebas dari bibit penyakit ( mikroorganisme pathogen) dari reservoir atau vektor pembawanya.

Biosekuriti yang dilakukan meliputi :
- Sanitasi Kandang dan Sekitarnya
-.Sanitasi pada peralatan
- Penanganan ternak yang sakit
- Program Vaksinasi
- Menghindari Stres
- Program Pengobatan
- Tata Laksana Pemeliharaan

• Tindakan yang Dilakukan pada Saat Wabah
- Mengisolasi ternak yang terkena wabah pada kandang karantina
- Melakukan Konsultasi dengan keswan dan petugas PPL serta instansi terkait
- Melakukan tindakan bersama keswan, petugas PPL, dan instansi terkait

d. Kematian Ternak

Rata-rata kematianpada kambing perah baik anak maupun kambing dewasa yang terjadi biasanya disebabkan dari perubahan cuaca ekstrim menyebabkan pneumonia akut, bloat dan diare. Banyak yang bisa ditangani hingga sembuh oleh keswan kelompok, namun untuk yang kondisinya sangat parah dan tidak dapat sembuh hingga menyebabkan kematian. Tingkat mortalitas ternak kambing perah pertahunnya rata-rata 10% .

Bagi kambing yang mati dibuatkan berita acara penyebab kematian dan tanda-tanda klinisnya dengan melibatkan keswan, petugas PPL, dan instansi terkait.

e. Penanganan Limbah

Limbah padat dari usaha ternak kambing perah adalah butiran-butiran kotoran hewan dan sisa-sisa pakan ( rarapen, sunda) .

Limbah padat diolah dengan cara difermentasi dengan menggunakan Effektife Mikroorganisms ( EM) buatan kelompok. Hasil fermentasi limbah padat ini menjadi pupuk kompos organic yang sangat bermanfaat untuk tanaman dan ramah lingkungan, sebagian dipakai oleh petani untuk menggemburkan lahan pertanian dan rumput HMT, dan sebagiannya lagi dijual pada took-toko taman dan para penangkar benih/ persemaian.

Limbah cair berupa air urin ditampung dari selokan urin pada tong-tong penampungan dan selanjutnya difermentasi menggunakan EM menjadi pupuk cair urin kambing ditambahkan bahan-bahan lain berupa empon-empon. Hasil fermentasi urin kambing ini menjadi pupuk cair organik dengan aplikasi penyemprotan pada berbagai macam tanaman.

Nilai tambah dari usaha ternak kambing perah jelas nampak dengan diolahnya limbah ternak ini. Yang semula limbah biasanya dapat berakibat musibah, setelah diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi.

Selain mengolah limbah ternak, susu kambing return dari konsumen dan agen-agen pun tidak dibuang percuma. Kelompok mengolahnya sebagai pre-biotik dipadukan dengan lactobacillus dan formula racikan kelompok sehingga menjadi produk probiotik local dan nutrisi ternak biotopfeed dengan nilai jual tinggi. Sehingga kegiatan agribisnis hilir nya pun dapat dioptimalkan untuk menjadi nilai tambah usaha ternak kambing perah.

f. Pengolahan Hasil

Pengolahan Hasil usaha ternak kambing perah yang dilakukan oleh kelompok diantaranya :

- Susu Kambing Segar
- Sabun Susu Kambing
- Pupuk Organik Powder ( Kompos)
- Pupuk Organik Cair ( Nutrisi Tanaman)
- Biotopfeed ( Nutrisi Ternak)
- Probiotik Lokal ( Mikroba Lactobacillus)

Yang menjadi keunggulan kelompok dari pengolahan hasil ini bahwa kelompok tidak pernah berhenti untuk terus berinovasi walaupun memiliki banyak keterbatasan dalam fasilitas mesin produksi namun tetap berupaya terus menggali berbagai potensi dari usaha ternak ini yang pada akhirnya nanti dapat meningkatkan pendapatan peternak dan taraf kesejahteraannya.

g. Pemasaran Hasil

Dalam memasarkan produk olahan hasil ternak kambing perah, kelompok melakukan beberapa tahapan sebagai berikut :

• Promosi:
- Aplikasi demonstrasi plot
- Penyebaran brosur produk melalui pasar kaget, pameran, mall, dsb.
- Iklan-iklan melalui pemanfaatan teknologi internet, social network, fb, blog, layanan iklan-iklan baris, dan layanan iklan pada Website Resmi Disnak Provinsi Jawa Barat

• Distribusi dan pemasaran langsung:
- Perorangan
- Koperasi
- Sanggar senam/ kebugaran/ fitness
- Salon kecantikan
- Apotek
- Layanan antar pesan ke rumah
- Agen-agen

Wilayah pemasaran produk-produk kelompok meliputi wilayah Jawa Barat dan antar provinsi dengan pemanfaatan kerjasama dengan agen-agen pemasaran dan teknologi pemasaran online. Untuk pemasaran antar provinsi diantaranya ke wilayah Medan, Banjarmasin, Samarinda, Batam, dan sekitarnya.

Semua produk yang dipasarkan belum diproduksi dalam jumlah banyak disebabkan bahan utama berupa susu kambing yang dihasilkan kelompok saat ini masih belum mencukupi jumlah permintaan yang semakin meningkat.

c. Aspek Kelembagaan

1) Latar Belakang dan Tujuan Dibentuknya Kelompok

Kelompok Tani Mekar Harapan ( KTMH) pada awalnya merupakan perkumpulan para petani lahan kering di Kampung Garung Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung – Jawa Barat yang berkeinginan memperbaiki kondisi ekonominya dan masyarakat untuk lebih baik dengan membentuk perkumpulan atau kelompok yang bergerak di bidang usaha tani ternak. Kelompok tani ternak ini berdiri pada tanggal 06 Juli 2008 berawal dari diskusi beberapa petani dan peternak yang prihatin terhadap kondisi pertanian yang ada di Desa Cilengkrang. Kondisi daerah yang merupakan lahan kering, dengan mengandalkan hasil pertanian yang tidak mencukupi kebutuhan hidup dan lapangan kerja yang semakin sulit mendorong mereka untuk mengelola ternak yang di miliki secara optimal.

Selama ini ternak domba, sapi pedaging dan sapi perah memang sudah ada di Desa Cilengkrang, namun seiring dengan kebutuhan hidup yang semakin meningkat akibat dari krisis moneter yang berkepanjangan, ditambah dengan dibukanya pasar bebas menyebabkan harga daging dan susu sapi kian merosot tidak sebanding dengan harga pakan yang semakin melonjak, maka dirintislah pengembangan peternakan baru yang dipandang bernilai ekonomis tinggi, Kambing Perah adalah peternakan pilihan utama yang akan dikembangkan karena mempunyai nilai ganda

yaitu sebagai ternak penghasil daging yang mempunyai pertambahan populasi sangat pesat sekitar 150% per tahun, juga sebagai ternak penghasil susu dengan produktivitas tinggi 0, 5 s/ d 3 liter/ ekor/ hari dan harga relative tinggi antara Rp.12.000, - s/ d Rp.40.000, - per liter.

Pengembangan Usaha Peternakan Kambing Perah sebagai rintisan usaha unggulan dipadukan dengan pertanian palawija dan perkebunan kayu rakyat mulai dirintis pada awal pendirian Kelompok Tani Mekar Harapan yaitu pada pertengahan tahun 2008 dengan dukungan 53 orang petani dan pihak pemerintahan setempat baik RT, RW, Kepala Desa Cilengkrang, dan Camat Cilengkrang Kabupaten Bandung.

Perintisan Budidaya Ternak Kambing Perah dimulai pada tahun 2008 dengan jenis Ras Peranakan Etawa sebanyak 2 ekor ( 1 ekor betina siap kawin dan 1 ekor pejantan/ pengawin) sebagai demplot dengan modal

swadaya Ketua Kelompok. Pada pertengahan tahun 2009 Kelompok mendapatkan bantuan stimulant bibit kambing PE betina sebanyak 5 ekor dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung yang difasilitasi oleh Bapak SEKDA Kab.Bandung.

Program usaha pertanian lahan kering yang dipilih adalah budidaya jagung hibrida dan jagung manis dengan asumsi bahwa limbah pertaniannya berupa tebon jagung sangat bermanfaat untuk pakan tambahan bagi kambing perah.

Adapun perkebunan kayu rakyat dengan budidaya albazia/ sengon, sopsi, dan gmelina arborea, dengan alasan sama yaitu supaya terpadu dengan program usaha utamanya yaitu pengembangan kambing perah.

Dengan pengembangan usaha termaksud diatas terjalin keterpaduan produk, limbah pertanian dan perkebunan dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan limbah ternak berupa kotoran hewan/ pupuk kandang digunakan untuk pemupukan tanaman, dan masing-masing produk dari usaha diatas berupa : Susu Kambing Segar, Yoghurt Plain Susu Kambing, Sabun Susu Kambing, Daging Kambing, Kayu Rakyat, dan Jagung, sangat potensial untuk lebih dikembangkan menjadi lebih besar dengan potensi pasar yang bagus.

Pada akhir tahun 2012 seiring dengan besarnya minat anggota dengan adanya modal swadaya dan adanya bantuan dari APBD Kab.Bandung, sehingga pertambahan populasi kambing perah sangat pesat, dari jumlah

semula pada tahun 2009 sebanyak 7 ekor menjadi 152 ekor terdiri dari : Induk, dewasa, anak, cempe, dan pejantan.

Produk utama berupa susu kambing segar saat ini dipasarkan baik pada konsumen langsung yang berdatangan ke peternakan, melalui agen-agen, dan mitra.

Program usaha pengembangan kambing perah ini sangat potensial untuk terus dikembangkan menjadi lebih besar lagi, mengingat permintaan pasar

terhadap susu kambing sangat luar biasa, baik dari dalam Negeri maupun dari Negara-negara tetangga. Terdapat permintaan susu kambing segar dari Perusahaan Kue yang ada di Jawa Barat terhadap kelompok saat ini yang belum terpenuhi sebanyak 2 ton per minggu, sementara susu kambing yang baru dihasilkan oleh kelompok sementara ini sebanyak 280 liter per minggu, itupun sudah habis terserap pada konsumen langsung dan Agen-agen. Dan untuk memenuhi permintaan susu kambing tersebut diatas berarti harus ada penambahan populasi kambing perah laktasi minimal sebanyak 2.000 ekor.

Kelompok Tani Mekar Harapan berkeinginan memperbaiki kondisi ekonominya dan masyarakat untuk lebih baik dengan terus meningkatkan pengetahuan dibidang peternakan kambing perah dengan melaksanakan studi banding ke peternakan-peternakan kambing perah yang ada di Jawa Barat khususnya dan di Indonesia pada umunya. Teknologi Reproduksi, Program Pemuliaan Ternak ( Improvisasi Genetika) dan Manajemen Pakan

Ternak pun sedang giat-gitanya kita tingkatkan dengan pemanfaatan sumber daya lokal. Keberadaan kelompok ini diharapkan sebagai media bersama peningkatan produktivitas kambing perah, sehingga kondisi ekonomi dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat meningkat.

2) Kelengkapan Organisasi Kelompok
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ( AD/ ART) terlampir.

3) Cara Pemilihan Pengurus Kelompok

Cara pemilihan pengurus kelompok dilaksanakan secara umum dengan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota. Untuk pertama kalinya pada tanggal 06 Juli 2008 pemilihan dilaksanakan secara langsung oleh 53 orang anggota, dan pemilihan tersebut menghasilkan kepengurusan sebagai berikut:

- Ketua : Didin Muhidin
- Sekretaris : Yayat Supriatnasyah
- Bendahara : Nurhatijah

Dan seksi-seksi bidang diberikan kewenangan kepada pengurus terpilih untuk mengangkatnya sesuai dengan kebutuhan kelompok.

4) Jumlah Anggota Kelompok pada Saat Berdiri dan Jumlah Saat ini

Kelompok Tani Mekar Harapan pada saat berdiri mempunyai anggota sebanyak 53 orang anggota pendiri. Namun yang telah melaksanakan usaha ternak kambing perah pada tahun 2012/ 2013 baru terdapat sebanyak 16 orang anggota. Namun demikian secara keseluruhan anggota Kelompok Tani Mekar Harapan tetap tercatat sebagai anggota walaupun sebagiannya belum melaksanakan usaha budidaya kambing perah, dengan harapan pada waktunya nanti dapat menerima perguliran bibit kambing

perah berikutnya dari kelompok, anggota tersebut dapat menjadi anggota yang aktif. Sampai dengan bulan April 2013 saat ini anggota Kelompok Tani Mekar Harapan sebanyak 57 orang anggota

5) Jumlah Tenaga Kerja Luar yang dapat diserap oleh Kelompok

Tenaga kerja luar belum dapat diserap oleh kelompok, karena pengolahan produk belum optimal berkenaan beberapa hal:
- Produktifitas susu masih sedikit
- Budidaya kambing perah yang dilaksanakan anggota 75% nya masih berorientasi pembibitan/ breeding ( belum diperah) karena ingin cepat mengembalikan ternak pokok untuk digulirkan kepada anggota berikutnya.

6) Jumlah anggota berdasarkan tingkat pendidikan
- SD/ Sederajat = 43 orang
- SLTP/ Sederajat = 4 orang
- SLTA/ Sederajat = 6 orang
- Diploma = 2 orang
- Sarjana = 2 orang
Jumlah = 57 orang

7) Jumlah anggota berdasarkan spesifikasi usaha

- Peternak kambing perah = 16 orang
- Petani lahan kering = 41 orang
Jumlah = 57 orang

8) Pelatihan yang dilakukan bagi pengurus kelompok 1 tahun terakhir

- Bintek Budidaya Kambing Perah, oleh Disnakkan Kab.Bandung
- Penanganan Kesehatan Kambing Perah, oleh Disnakkan Kab.Bandung
- Standar Operasional Prosedur ( SOP) Harian Pemeliharaan Kambing Perah, oleh Ketua Kelompok
- Studi Banding Praktik Budidaya Kambing Perah, ke Peternakan Kambing PE Pondok Pesantren SYAHID
- Studi Banding Praktik Budidaya Kambing Perah, ke Palalangon Farm
- Pelatihan Pengolahan Sampah Organik, oleh UPT PPP Kecamatan Cilengkrang

9) Kegiatan yang ditangani kelompok dalam rangka melayani anggota kelompok

- Pencatatan recording ternak kambing perah
- Pencatatan kartu ternak kambing perah
- Pencatatan kartu data kelahiran
- Penomoran telinga kambing perah ( eartagg)
- Pelayanan Inseminasi Buatan ( IB) kambing perah
- Pelayanan Pemberian Obat Cacing kambing perah
- Diskusi lapangan “ Sanitasi Kandang”
- Pelayanan kesehatan ternak
- Layanan konsultasi pemeliharaan dan kesehatan ternak
- Pengolahan susu kambing
- Pengolahan limbah ternak kohe dan urin
- Pemasaran hasil ternak baik bibit maupun produksi susu.

10) Catatan produksi yang dibuat kelompok
- Data penjualan kambing perah
- Diagram produksi susu kambing perekor
- Kartu produksi kambing perah
- Produksi susu kambing harian

11) Dokumen yang dibuat oleh kelompok
- Daftar inventaris barang
- Daftar pembelian barang
- Dafatar penjualan barang
- Laporan keuangan
- Rencana kerja

Produk / Jasa Utama
Menjual:
  • sabun susu kambing
    SABUN SUSU KAMBING "PERAS MILK"
    Tanpa bahan pengawet

    KOMPOSISI & MANFAAT

    Susu Kambing
    INCI : Goat Milk

    Susu kambing adalah sumber Alpha Hydroxyl acid alami, membantu meremajakan kulit, bersifat
    menenangkan dan melembabkan kulit, sehingga kulit terasa lembut.
    Mengandung vitamin penting seperti vitamin A, B6, B12 dan E. Juga
    mengandung Beta-casein (protein utama susu) tiga kali dibandingkan
    dengan susu sapi. Casein mudah diserap oleh kulit sehingga memperlambat
    proses penguapan air dari kulit.

    Minyak Zaitun (Olive Oil)
    INCI : Olea Europaea Fruit Oil
    Kaya akan vitamin A, B1, B2, protein, mineral dan asam lemak esensial khususnya alpha linolenic acid yang berfungsi sebagai pengganti sel – sel kulit yang rusak.

    Minyak Sawit (Palm Oil )
    INCI: Elaeis Guineensis. In Soap: Sodium Palmate
    Minyak sawit berfungsi untuk mengeraskan sabun dan menstabilkan busa.

    Serai (cymbopogon citratus)
    Merupakan tanaman rumput asli dari Asia Tenggara, telah lama dikenal sebagai bahan alami yang memberikan banyak manfaat kesehatan. Sabun sereh adalah salah satu produk inovatif yang mengambil keuntungan dari sereh.

    Minyak kelapa (Coconut Oil)
    INCI : Cocos Nucifera Oil
    Berfungsi sebagai penghasil busa alami.

    Ingredients : goats milk, palm oil, olive oil, coconut oil, cymbofogon citratus oil, water, lye.

    Harga Rp.15.000 (kemasan 50 gr.)


Ingin menghubungi perusahaan ini?
Kirim Pesan  
Permintaan Anda akan disimpan di "Surat Bisnis".




Membuat situs langsung jadi?
Silahkan Klik disini!